Senin, 28 Desember 2015

MASIH PUTIH



MASIH PUTIH
Tibi-tiba percakapan manis
Hening dada berbisik pada relung dalam renung
Mengusik mengeja angka
Sudahkah pada saatnya aku harus membusurmu dengan yakinku?
Terlalu jauh………….
Mampukah aku menerka
Sudah; inilah Ba’, Sin, Mim, Lam, Ha’.
Denyutku merinci dalam menjawab pertanyaanmu
Dan seharusnya aku yang meminta, bukan kau yang menanya.
Tapi begitulah karunia, harapan sebagai ilham
Hingga kubersujud setelah kudengar kalimat-kalimatmu
Terangkai mekar dari huruf-huruf hijaiyahku
Benar-benar dalam ruhku, untukmu
Kusemat lafad Tuhan, sebagai penguat tubuhku
Tubuhmu adalah basmalahku
Ya……….
Wahai yang maha Mulya
Inikah malam mu’jizat untukku?
Dan kurasakan sebagai firmanmu
Darinya hawa setelah sekian lama kau cipta
Dalam tafakurku
Dan segala doa tidaklah cukup mala mini
Engkau mendatangkannya sebagai firman-MU

Minggu, 26 April 2015

LELAKIKU TERLUKA



Lelakiku terluka


Nay juireng Dyah jatiningrat

Lelaki kecil di pojok kamar,
Matanya yang mulai kusam tak hentinya menangisiku
Aku tersesat malam itu, diantara pilihan hidup bersamanya dan pergi meninggalkannya
Sementara para keluarga mengisahkan keterpurukan yang cukup dalam
Aku harus bagaimana? Meniggalkannya  adalah yatimku,
Bersamanya adalah siksa kisah sepanjang sejarah,
Aku dan dirinya adalah luka,
Duka dan air mata dari sebuah kehidupan yang sakit
Pemikiranku seperti para berhala, berdiri mengamini kemenyan,
Biarlah.... tubuh kita menjadi perdebatan make up,
Hingga akhirnya tak lagi kita temukan warna dalam rupa serupa


 24-april-2015, 09:56, malang tlogomas gang 1

Rabu, 22 April 2015

KENANGAN



KENANGAN

                                                                        Nay juireng Dyah jatiningrat


Allah maha dahsyat..
Dia tahu aku, begitupun denganmu
Pertempuran risalah dalam kalimat mengajakku diam
Aku masih ada pada senyap damaimu

Usia kita sudah menua
Aku merindukan 20 musim dikelopak matamu
Meski,
Aku gagal menjagamu

Minggu, 19 April 2015

INDONESIA MASIH BER_IRAMA





INDONESIA MASIH BER_IRAMA

                        Nay juireng Dyah Jatiningrat
                                                                                               
Apa kabar Indonesia?
Apa kabar bangsaku?
Masihkah kulitmu merah dan putih?

Indonesiaku gelap, pulauku sakit, bangsaku memar dalam luka, agamapun tak lagi beragama.
Aku berjalan diantara jarak panjang
Seperti  merpati mencakar sejarah lalu menguburnya dalam kelam   
Aku menafsiri kalimat tayyibah… hingnga alam nasyraalaka shodrok
Masa demi masa , kehamilan dan kelahiran
Pun Batas tembus batas lalu darahku gagal mencair
Alif layyin takku alpa tulisannya…

Kita sedang perang… Bersama Pedang yang mengangkang dari kisah para nabi pembela keyakinan, pembela  agama yang telanjang sebab agama, agamawan tak lagi beragama, pemeluk agama jauh dari agama, bahkan serpihan ayat agama gagal menjadi penyangga agama, sebab, indonesia sedang berirama

Dimana agamawan pemeluk agama?
Dimana proklamasi negriku? Dimana kesatuan dalam NKRI?
Indonesia kacau, Indonesia gagal menjadi indonesia
Dimeja bundar Bangsa tak lagi merdeka, di gedung-gedung besar Indonesia tak lagi terjal
Bahkan di kejaksaan, Bangsa Indonesia takdi adili seadil adilnya

Sahabatku berjiwa Nuun,
ku pangili jiwamu,  jangan biarkan darahmu mencair. Sebelum Indonesia benar benar Indonesia
sebelum agama di agamakan, sebelum bangsa di banggakan, pula sebelum manusia dimanusiakan
Pundak kita masih kuat, raga kita masih utuh , selama masih berjalan batas penghabisan.
Kita pengemban amanah negri, penerus estafet agama
Meski persilangan pendapat bar bar menjadikan indonesia ricuh.
Seperti wacana yang tak pernah habis  di gedung KPK, dan media-media
Bangsa kita tak lagi hijau, pulau kita tak seluas dulu, pula anak-anak tak serajin belajar.
Garuda hanya sebatas gambar dinding, yang dengan paku mampu bertahan
Selama para sahabat mampu bergerak, disanalah bangsa menjadi proklamator pembelaan.
Selama garuda tak berubah wujud, disanalah sumpah juangku mengakar
Selayaknya bangsa di banggakan, tidak hanya sekedar kebanggaan dalam Bahasa
Di tahtakan melebihi tahta para pertiwi, di aSmini melebihi aminnya para kyai.

Jumat, 20 Maret 2015

IBU

IBU.......
Masih benning aku mengingat petuahmu,
...........
"Nak...... Dimanapun kamu beradaaaaa.. SEDERHANALAH dalam segala hal".....
ingatlah keberadaan ibu dalam keluarga..."
..sumenep 01-09-2014...

 Nak........
Bila kau "besar" nanti, ingatlah Ibu dan sekitarmu....
......
I LOVE YOU MOM

Kamis, 12 Maret 2015

KEWARGANEGARAAN




Setiap orang memiliki metode tersendiri dalam dunia pendidikan
PENDIDIKAN PANCASILA TIDAK SELAMANYA POLITIK
PENDIDIKAN PANCASILA adalah pendidikan yang mempelajari segala ilmu pendidikan, seperti ilmu ketuhanan, ilmu kemanusiaan, dan ilmu cinta tanah air,
Hingga perlu kita ketahui masalah pentingnya dunia pendidikan, yakni dengan adanya pendidikan tersebut kita mampu merasakan hal yang jauh terasa dekat, hal yang sulit terasa gampang dan hal yang menjadi masalah akan terasa seperti sebuah pelajaran yang harus di sikapi dengan sedewasa mungkin.,
Pendidikan adalah batu loncatan yang membantu manusia untuk memecahkan segala persoalan guna mendapatkan sebuah jawaban.
Memberikan pengetahuan, pembelajaran, dan lain sebagainya..
Perlu kita ketahui, negara kita adalah negara Bhineka Tunggal Ika dimana memiliki dasar negara pancasila. Sehinnga sebagai rakyat indonesia terasa perlu mempelajari pendidikan pancasila ini, guna untuk mengetahui hal apa yang menjadi tanggung jawab kita sebagai manusia yang berbangsa dan bernegara.
Dalam beberapa kurun waktu ini, banyak mahasiswa merasa tidak tertarik lagi terhadap pendidikan pancasila, sebab beberapa orang beranggapan bahwa pendidikan pancasila hanya terfokuskan pada hal politik, meski kenyataanya tidak, tugas kita saat ini adalah mengubah anggapan seseorang tentang pendidikan pancasila yang sebatas itu itu saja, hingga menjadi tidak menarik, berubah menjadi menarik,
Kita kembalikan pada dasar negara kita, yaitu PANCASILA
Salah satunya sila ke 2, yakni kemanusiaan yang adil dan beradap,
Dimana dalam hal ini, seseorang tidak hanya dicondongkan pada politik, tetapi pada ranah dimana setiap orang memiliki kebebasan dalam berfikir dan menyampaikan suatu pendapat, akan tetapi yang namanya kemanusiaan yang adil dan beradap, kita juga perlu memahami ilmu sosiologi dan psikologi, sebab adil dan beradab mengandung nilai kesadaran dan tingkah laku manusia. Dengan norma dan kebudayaan pada umumnya. Baik terhadap diri sendiri, maupun sesama..
Nilai kemanusiaan yang beradab adalah perwujudan nilai kemanusiaan sebagai makhluk yang  berbudaya, bermoral dan beragama. Dalam kehidupan kenegaraan,. Oleh karena itu kehidupan bersama dalam negara harus dijiwai oleh moral kemanusiaan, meski terdapat perbedaan.