Senin, 28 Desember 2015

MASIH PUTIH



MASIH PUTIH
Tibi-tiba percakapan manis
Hening dada berbisik pada relung dalam renung
Mengusik mengeja angka
Sudahkah pada saatnya aku harus membusurmu dengan yakinku?
Terlalu jauh………….
Mampukah aku menerka
Sudah; inilah Ba’, Sin, Mim, Lam, Ha’.
Denyutku merinci dalam menjawab pertanyaanmu
Dan seharusnya aku yang meminta, bukan kau yang menanya.
Tapi begitulah karunia, harapan sebagai ilham
Hingga kubersujud setelah kudengar kalimat-kalimatmu
Terangkai mekar dari huruf-huruf hijaiyahku
Benar-benar dalam ruhku, untukmu
Kusemat lafad Tuhan, sebagai penguat tubuhku
Tubuhmu adalah basmalahku
Ya……….
Wahai yang maha Mulya
Inikah malam mu’jizat untukku?
Dan kurasakan sebagai firmanmu
Darinya hawa setelah sekian lama kau cipta
Dalam tafakurku
Dan segala doa tidaklah cukup mala mini
Engkau mendatangkannya sebagai firman-MU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar