MASIH PUTIH
Tibi-tiba
percakapan manis
Hening
dada berbisik pada relung dalam renung
Mengusik
mengeja angka
Sudahkah
pada saatnya aku harus membusurmu dengan yakinku?
Terlalu
jauh………….
Mampukah
aku menerka
Sudah;
inilah Ba’, Sin, Mim, Lam, Ha’.
Denyutku
merinci dalam menjawab pertanyaanmu
Dan
seharusnya aku yang meminta, bukan kau yang menanya.
Tapi
begitulah karunia, harapan sebagai ilham
Hingga
kubersujud setelah kudengar kalimat-kalimatmu
Terangkai
mekar dari huruf-huruf hijaiyahku
Benar-benar
dalam ruhku, untukmu
Kusemat
lafad Tuhan, sebagai penguat tubuhku
Tubuhmu
adalah basmalahku
Ya……….
Wahai
yang maha Mulya
Inikah
malam mu’jizat untukku?
Dan
kurasakan sebagai firmanmu
Darinya
hawa setelah sekian lama kau cipta
Dalam
tafakurku
Dan
segala doa tidaklah cukup mala mini
Engkau
mendatangkannya sebagai firman-MU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar