Sabtu, 17 September 2016

Kepada: LELAKI MASA LALUKU

Kepada: LELAKI MASA LALUKU
(Nay Juireng Dyah Jatiningrat _MU)
teruntukmu....
Lelaki yang pernah singgah dihatiku, yang meyakinkan dirinya untuk menjadi kekasihku.
Yang karena senyumku, terasa teduh perasaanya. Yang karena tatapannya aku merasa teduh.
.....
Adalah cinta yang mengubah jalannya waktu,
Karena cinta, aku merasa waktu terbagi dua denganmu dan rindumu.
meski hanya sepintas suara.
..
Terimakasih karena dirimu pernah singgah di altar kehidupanku, dengan menawarkan cinta, tawa, sakit, dan indahnya mimpi-mimpi masa depan.
Walau akhirnya, dengan beberapa alasan, dirimu memilih untuk pergi.
Sebab itulah, aku menyebut kalian sebagai hidup masa laluku.
..
Hal ini aku tulis, sebagai wujud pengakuanku, bahwa tak mampu aku pungkiri.... terkadang aku masih merindukanmu . Mengingat perhatianmu, dan memeluk erat pesan-pesanmu... Serta janji-janji kita.
..
Bukan aku bermaksud mengabaikan masa depan bersama dirimu wahai kekasih masa laluku...
Apa hendak dikata, ketika kita harus mundur dengan banyaknya alasan.
..
Terimakasih...
Yang tanpa diminta, dirimu bersedia hadir dalam kehidupanku. Mengusahakan tawa, ketika aku sedang tak mampu tertawa. Menemaniku menjalani hari demi hari. Dan selalu ada untuk menawarkan pelukan ketika aku merasa terlalu lelah mengejar impian.
..
Setelah apa yang terjadi diantara kita, rasanya tak ada hal lain yang layak untuk aku sampaikan, selain "dirimulah istimewa"
..
Terimakasih...
Semoga dirimu selalu bahagia. Entah bersama siapapun sekarang.
Hal yang terindah darimu, sangat sayang untuk aku lupakan. Izinkan aku untuk mengabadikan semua tentangmu.

1 komentar:

  1. Dunia berjalan tak seperti yang kita impikan, berjalan,pergi,dan berpaling tak seindah yang diharapkan. Memang seperti itulah hukum dunia, seperti nyanyian pantai, berdebur dan terdiam melihat apa yang terjadi.

    Bahasa alam mungkin biasa sastrawan menyebutnya, dan itu terjadi.

    Semua tak seperti harapan-harapan, tersenyum saat hati mengingat semua, seakan mustahil hati melupa. Ini kehidupan nay, semua bisa terjadi, entah kapan & dimana kita menyadari, tapi semua akan meninggalkan. Termasuk kala kau baca komentar, entah senyum2,marah2 atau apa aku tak tahu. Tapi yg aku tahu, semua telah berlalu, begitupun aku dan dirimu mungkin.

    < latif maulana kahlil gibran >

    BalasHapus